Senin, 07 Desember 2015

Analisis Komunikasi Politik dan Gender DPRD Provinsi Banten, Perempuan Tidak Memenuhi Kuota 30% di Kursi DPR



Hasil Analisis Anggota DPRD Provinsi Banten Berjenis Kelamin Perempuan Tidak Mencapai Kuota 30% Dari Yang Disediakan
DAFTAR ANGGOTA DPRD BERJENIS KELAMIN  PEREMPUAN PROVINSI BANTEN 2015-2019
No
Nama Partai dan Rinciannya
Nama Kader
1
PDI PERJUANGAN
Jumlah Caleg (DCT) : 83 Orang
- Laki-laki : 55 Orang
- Perempuan : 28 Orang
Jumlah Caleg Terpilih : 15 Orang
- Laki-laki : 11 Orang
- Perempuan : 4 Orang
Jumlah Suara Sah Parpol : 842.690 Suara

Hj. Rt. ELLA NURLAELLA, SH.,M.Kn.
 Tempat dan tanggal lahir : Serang, 15 Juli 1969
Agama : Islam
Status perkawinan : Kawin
Pendidikan terakhir : S2 (Univ. Jaya Baya)
Pekerjaan terakhir : Wiraswasta
Daerah Pemilihan : Banten 2 (Kabupaten Serang)
 DCT Nomor : 3
Perolehan Suara : 9.000 suara

SRI HARTATI, SH.
 Tempat dan tanggal lahir : Yogyakarta, 05 Oktober 1965
Agama : Islam
Status perkawinan : Pernah Kawin.
Pendidikan terakhir : S1 (UNIS Tangerang )
Pekerjaan terakhir : Anggota DPRD Provinsi Banten Periode 2009-2014.
Daerah Pemilihan : Banten 5 (Kota Tangerang A)
 DCT Nomor : 1
 Perolehan Suara : 18.260 suara

JENNY VINA RUTHMAULI
Tempat dan tanggal lahir : Surabaya, 17 Januari 1970
Agama : Kristen
Status perkawinan : Kawin
Pendidikan terakhir : SLTA (SMA Katholik Banjarmasin)
Pekerjaan terakhir : Karyawan Swasta
Daerah Pemilihan : Banten 7 (Kota Tangerang Selatan)
 DCT Nomor : 3
 Perolehan Suara : 8.352 suara

DIANA DRIMAWATI JAYABAYA, SH.
Tempat dan tanggal lahir : Pandeglang, 10 September 1983
Agama : Islam
Status perkawinan : Kawin
Pendidikan terakhir : S1 (Univ. Jayabaya)
Pekerjaan terakhir : Wiraswasta
Daerah Pemilihan : Banten 8 (Kabupaten Tangerang)
 DCT Nomor : 4
Perolehan Suara : 26.860 suara


2
PKS
Jumlah Caleg (DCT) : 67 Orang
- Laki-laki : 41 Orang
- Perempuan : 26 Orang
Jumlah Caleg Terpilih : 8 Orang
- Laki-laki : 7 Orang
- Perempuan : 1 Orang
Jumlah Suara Sah Parpol : 379.328 Suara

Ir. Hj. TUTI ELFITA, M.Si.
Tempat dan tanggal lahir : Bukit Tinggi, 11 Desember 1967
Agama : Islam
Status perkawinan : Kawin
Pendidikan terakhir : S2
Pekerjaan terakhir : Anggota DPRD Provinsi Banten Periode 2009-2014
Daerah Pemilihan : Banten 5 (Kota Tangerang A)
DCT Nomor : 1
Perolehan Suara : 7.380 Suara

3
GOLKAR
Jumlah Caleg (DCT) : 84 Orang
 - Laki-laki : 53 Orang
 - Perempuan : 31 Orang
Jumlah Caleg Terpilih : 15 Orang
 - Laki-laki : 11 Orang
- Perempuan : 4 Orang
Jumlah Suara Sah Parpol : 808.902 Suara

Hj. ADDE ROSI KHOERUNNISA, S.Sos.,M.Si.
Tempat dan tanggal lahir : Sumedang, 30 Oktober 1983
Agama : Islam
Status perkawinan : Kawin
Pendidikan terakhir : S2
Pekerjaan terakhir : Anggota DPRD Kota Serang Periode 2009-2014.
Daerah Pemilihan : Banten 1 (Kota Serang)
DCT Nomor : 1
Perolehan Suara : 15.807 suara

DESY YUSANDI
Tempat dan tanggal lahir : Tangerang, 12 Maret 1974
Agama : Islam
 Status perkawinan : Kawin
Pendidikan terakhir : D3
Pekerjaan terakhir : Karyawan / Wiraswasta
 Daerah Pemilihan : Banten 6 (Kota Tangerang B)
DCT Nomor : 1
Perolehan Suara : 20.159 suara

Hj. SITI ERNA NURHAYATI, S.Ip.
 Tempat dan tanggal lahir : Bandung, 07 Maret 1953
Agama : Islam
 Status perkawinan : Kawin
Pendidikan terakhir : S1
 Pekerjaan terakhir : Pensiunan PNS
Daerah Pemilihan : Banten 9 (Kabupaten Pandeglang)
DCT Nomor : 1
Perolehan Suara : 37.741 suara

S U M I N A R, SE.
Tempat dan tanggal lahir : Cilegon, 20 April 1957
Agama : Islam
 Status perkawinan : Kawin
Pendidikan terakhir : S2
Pekerjaan terakhir : Pensiunan PNS
Daerah Pemilihan : Banten 10 (Kota Cilegon)
DCT Nomor : 1
Perolehan Suara : 18.763 suara

4
GERINDRA
Jumlah Caleg (DCT) : 81 Orang
- Laki-laki : 52 Orang
- Perempuan : 29 Orang
Jumlah Caleg Terpilih : 10 Orang
- Laki-laki : 9 Orang
- Perempuan : 1 Orang
Jumlah Suara Sah Parpol : 576.193 Suara

ENCOP SOFIA, MA.
Tempat dan tanggal lahir : Serang, 03 April 1971
Agama : Islam
Status perkawinan : Kawin
Pendidikan terakhir : S2
Pekerjaan terakhir : Anggota DPRD Kota Serang Periode 2009-2014
Daerah Pemilihan : Banten 1 (Kota Serang)
DCT Nomor : 1
Perolehan Suara : 8.752 suara


5
DEMOKRAT
Jumlah Caleg (DCT) : 81 Orang
- Laki-laki : 51 Orang
- Perempuan : 30 Orang
Jumlah Caleg Terpilih : 8 Orang
- Laki-laki : 7 Orang
- Perempuan : 1 Orang
Jumlah Suara Sah Parpol : 474.996 Suara

Hj. NURAENI, S.Sos.,M.Si.
Tempat dan tanggal lahir : Serang, 05 Oktober 1974
Agama : Islam
Status perkawinan : Kawin
Pendidikan terakhir : S2
Pekerjaan terakhir : Ketua DPRD Kota Serang
Daerah Pemilihan : Banten 1 (Kota Serang)
DCT Nomor : 2
Perolehan Suara : 20.229 suara

6
PAN
Jumlah Caleg (DCT) : 79 Orang
- Laki-laki : 51 Orang
- Perempuan : 28 Orang
Jumlah Caleg Terpilih : 3 Orang
- Laki-laki : 2 Orang
- Perempuan : 1 Orang
Jumlah Suara Sah Parpol : 284.376 Suara



U B A I D I L L A H
Tempat dan tanggal lahir : Serang, 27 Juli 1983
Agama : Islam
Pendidikan terakhir : S1
Pekerjaan terakhir : Guru Swasta
Daerah Pemilihan : Banten 2 (Kabupaten Serang)
DCT Nomor : 6
Perolehan Suara : 9.389 suara

7
PPP
Jumlah Caleg (DCT) : 85 Orang
- Laki-laki : 54 Orang
- Perempuan : 31 Orang
Jumlah Caleg Terpilih : 8 Orang
- Laki-laki : 6 Orang
- Perempuan : 2 Orang
Jumlah Suara Sah Parpol : 394.543 Suara

Hj. ADE YULIASIH, SH.,M.Kn.
Tempat dan tanggal lahir : Serang, 02 Juli 1974
Agama : Islam
Status perkawinan : Kawin Nama
Pendidikan terakhir : S2
Pekerjaan terakhir : Anggota DPRD Provinsi Banten Periode 2009-2014
Daerah Pemilihan : Banten 1 (Kota Serang)
DCT Nomor : 5
Perolehan Suara : 8.652 suara

Dra. Hj. MUFLIKHAH
Tempat dan tanggal lahir : Banjarnegara, 14 Februaru 1967
Agama : Islam
Status perkawinan : Kawin
Pendidikan terakhir : S2
Pekerjaan terakhir : Anggota DPRD Provinsi Banten Periode 2009-2014
Daerah Pemilihan : Banten 2 (Kabupaten Serang)
DCT Nomor : 1
Perolehan Suara : 13.268 suara


8
HANURA
Jumlah Caleg (DCT) : 83 Orang
- Laki-laki : 52 Orang
- Perempuan : 31 Orang
Jumlah Caleg Terpilih : 6 Orang
- Laki-laki : 4 Orang
- Perempuan : 2 Orang
Jumlah Suara Sah Parpol : 349.726 Suara


Hj. RATU HALIMAH
Tempat dan tanggal lahir : Serang, 12 Maret 1956
Agama : Islam
Status perkawinan : Kawin
Pendidikan terakhir : SLTA
Pekerjaan terakhir : Anggota DPRD
Daerah Pemilihan : Banten 2 (Kabupaten Serang)
DCT Nomor : 3
Perolehan Suara : 11.545 suara

FRANSISKA SUGITA
Tempat dan tanggal lahir : Tangerang, 22 Agustus 1989
Agama : Kristen
Status perkawinan : Belum Kawin
Pendidikan terakhir : S1
Pekerjaan terakhir : Wiraswasta
Daerah Pemilihan : Banten 3 (Kabupaten Tangerang A)
DCT Nomor : 6
Perolehan Suara : 10.789 suara

1.    Dari data KPU PROVINSI Banten penulis berhasil memetakan seluruh anggota DPRD Provinsi Banten tahun 2015-2019 yang berjenis kelamin perempuan dari masing-masing Parpol. Dari pemetaan data tersebut terlihat bahwa dari kuota 30% jatah kursi di DPR belum terpenuhi dengan cara penghitungan  
jumlah anggota perempuan / jumlah seluruh anggota x 100 maka didapat hasil  16 org/73org x 100 = 22
2.    Perempuan yang masuk dalam anggota DPRD Prov Banten paling banyak hanya berjumlah 4 orang dari masing-masing Parpol.
Partai  PDIP caleg perempuan dari  28 orang terpilih 4 orang.
-Hj. Rt. ELLA NURLAELLA, SH.,M.Kn.
           Daerah Pemilihan : Banten 2 (Kabupaten Serang).
           - SRI HARTATI, SH.
            Daerah Pemilihan : Banten 5 (Kota Tangerang A)
           - JENNY VINA RUTHMAULI
            Daerah Pemilihan : Banten 7 (Kota Tangerang Selatan)
           -DIANA DRIMAWATI JAYABAYA, SH.
           Daerah Pemilihan : Banten 8 (Kabupaten Tangerang)
Partai Golkar caleg 31 orang perempuan terpilih 4 orang
- Hj. ADDE ROSI KHOERUNNISA,
Daerah Pemilihan : Banten 1 (Kota Serang)
- DESY YUSANDI
Daerah Pemilihan : Banten 6 (Kota Tangerang B)
-Hj. SITI ERNA NURHAYATI, S.Ip.
Daerah Pemilihan : Banten 9 (Kabupaten Pandeglang)
 - S U M I N A R, SE.
Daerah Pemilihan : Banten 10 (Kota Cilegon)
Sedangkan Parpol yang lain hanya terpilih 1 dan 2 orang saja dari
Partai PKS caleg 26 orang perempuan terpilih 1 orang
          -Ir. Hj. TUTI ELFITA, M.Si.
            Daerah Pemilihan : Banten 5 (Kota Tangerang A)
Gerindra caleg 29 orang perempuan terpilih 1
          - ENCOP SOFIA, MA.
            Daerah Pemilihan : Banten 1 (Kota Serang)
          Demokrat caleg 30orang perempuan terpilih 1
         - Hj. NURAENI, S.Sos.,M.Si.
           Daerah Pemilihan : Banten 1 (Kota Serang)

          PAN caleg 28 orang perempuan terpilih
        - U B A I D I L L A H
          Daerah Pemilihan : Banten 2 (Kabupaten Serang)
         PPP caleg 31 orang terpilih 2
        - Hj. ADE YULIASIH, SH.,M.Kn.
          Daerah Pemilihan : Banten 1 (Kota Serang)
        - Dra. Hj. MUFLIKHAH
          Daerah Pemilihan : Banten 2 (Kabupaten Serang)

         dan Hanura caleg 31 orang perempuan terpilih 2
        - Hj. RATU HALIMAH
          Daerah Pemilihan : Banten 2 (Kabupaten Serang)
        -FRANSISKA SUGITA
         Daerah Pemilihan : Banten 3 (Kabupaten Tangerang A)
3.  Kuota keterwakilan perempuan di DPR Daerah Provinsi Banten tidak sampai 30% karena memiliki banyak faktor. Menurut survey penelitian yang pernah dilakukan oleh Bapak Lamhir Syamsinaga(dosen Politik) di sekitar tahun 2013 lalu, bahwa perempuan itu pada umumnya tidak mau dipimpin oleh perempuan lain. Dalam hal ini perempuan satu dengan yang lain memiliki rasa cemburu yang besar. Hal ini lah yang menjadi salah satu penyebab mengapa perempuan sampai saat ini masih jarang memnuhi kuota 30% yang diberikan. Ditambah lagi menurut pendapat umum perempuan bila menduduki suatu jabatan tidak akan(pada umumnya) bisa fokus dalam satu jabatan itu saja, pastilah perempuan tersebut memikirkan hal lain. Contoh nya saja seorang pejabat perempuan yang juga seorang ibu dan baru memiliki seorang bayi,maka ditahun-tahun pertama ia akan lebih fokus kepada bayi yang baru ia lahirkan dari pada dengan tugas atau amanah yang ia pegang, contoh nyata nya adalah ada salah satu dosen perempuan di ilmu komunikasi yang memiliki Balita, ia lebih sibuk mengurus Balita nya terlebih dahulu dibandingkan dengan memberikan ilmu kepada mahasiswa nya. Dan lebih sering tidak masuk dengan alasan yang menyangkut masalah ia dan anaknya.
Selain itu menurut pengamatan penulis, perempuan memang tidak dikodratkan sebagai seorang pemimpin. Disini bukan berarti perempuan tidak bisa memimpin,akan tetapi untuk skala yang begitu besar seperti memimpin sebuah daerah atau Negara bila ada laki-laki yang lebih pantas maka barang tentu laki-laki tersebut yang lebih diutamakan.alasannya adalah perempuan bisa memikirkan lebih dari satu hal atau masalah, berbeda dengan laki-laki mereka pada umumnya hanya bisa memikirkan satu masalah. Contohnya saja seorang perempuan bila bicara, dari awal nya topik agama, urusan rumah tangga, harga barang pokok,masalah politik sampai harga pakaian bisa langsung diperbincangkan dalam satu sesi berbicara.
Selain itu menurut penulis dengan adanya kasus Ratu Atut beberapa tahun lalu juga menjadi alasan kenapa keterwakilan wanita di Gedung DPR Daerah Banten tidak mencapai kuota 30%, masyarakat menjadi pesimis dengan kinerja perempuan yang memimpin. Masyarakat Banten bisa jadi merasa trauma takut kalau-kalau muncul Ratu Atut - Ratu Atut yang lain. Ditambah lagi kodrat wanita yang memang suka berbelanja dan menyukai sesuatu yang indah,menarik dan mewah maka tidak heran, apabila perempuan tersebut lemah iman dan mentalnya maka oknum tersebut bisa saja terjerat korupsi.
Bila dilihat dari teori kelompok bungkam (Edwin Ardener 1975& Shirley  Ardener1978), sampai saat ini suara wanita di ranah politik masih juga sedikit terdengar atau didengar. Pada umumnya para laki-laki lebih suka mengesampingkan suara para perempuan didalam forum. Para perempuan dalam ranah politik seolah hanya menjadi penghias dan pelengkap semata. Dalam teori dijelas kan bahwa lingkungan yang didominasi oleh laki-laki dalam hal ini pekerjaan dan tradisi yang menjadikan laki-laki berada pada posisi diatas perempuan dan anak-anak yang memebuat pendapat laki-laki lebih diutamakan, selain itu  perempuan tidak sebebas laki-laki dalam merasakan dunia, sehingga laki-laki merasa lebih memiliki hak untuk berbicara karena ia lebih berpengalaman, inilah yang membungkam suara atau pendapat para perempuan. Tidak mustahil bila salah satu penyebab kenapa kuota 30% yang dimiliki tidak terpenuhi karena banyak nya laik-laki yang mendiskriminasikan hak pilihnya untuk para Caleg perempuan, dan ditambah lagi para kaum hawa pun juga banyak menstereotipe kan kaumnya sendiri sebagai pemimpin.   

Sumber : Data Pusat KPU Provinsi Banten
                Teori Komunikasi Perspektif, Ragam Dan Aplikasi H. Syaiful                                       Rohim,  M.Si

Tidak ada komentar:

Posting Komentar